7.8.09

Lembayung Malam

Ya Tuhan,
Langit malam ini terlihat terlalu sepi
tanpa hiasan bintang dan terangnya sinar bulan
Langit malam ini tak seperti biasanya,
Ada sinar lembayung menyembul di antara hitamnya langit dan pepohonan
Aroma Jingga melebur membuat malam terasa lebih hangat
walau, tanpa hadirnya harap dan asa.

Tuhan,
Aku rindu langitku yang dulu selalu kulihat setiap malam
Aku merindukan kehadiran bintang-bintang dalam pekatnya malam
Aku ingin melihat sinar putih rembulan
yang selalu dapat membawa tentram juga cita dalam damai malam,
Tuhan.

Kemanakah mereka pergi, Tuhan ?
Aku sudah tidak sabar ingin berjumpa
dengan pekat malam yang selalu dapat membuatku merasa aman.

The Only Night

this theme is the result of my sleepless night. cos im already bored with those blogger own template which make me repeatedly changing my themes once a week i tried to edit these Arthemis theme. this is my first time playing with the xml code, it confusing :) but im pretty happy with this theme. today, once again, my daring insomnia seems to miss me these late few days. the last time i had insomnia was six months ago but since three days ago my eyes cant seem to close proplerly it keeps awaken me every midnight. so, hello again. i've been abandoned this blog for ages. and i think i want to make some changes here and there, these are the main different :
  • it's not a private blog anymore. as you could see i tend to put some of my writing here besides those rambling that i keep posting.
  • im open for comment, now. i'd close it cause my mom keeps coming here and she keeps commenting on my rambling. ohhh ofcourse im ashamed. this was also the reason why i keep my blog privat. lol.
after surfing the virtual world i'd found some interesting fact about my college's mate :) it seems like we have the same thoughts about starting to make a blog.i just found some of their blogs and i kind of giggling while i read the posting. my blogs are just a trash compared to their writing. haha they have a good writing skills. not just writing a rambling, like me. haha.

6.8.09

wakeUp mind

i can no longer divide reality from imagination
the lala land in the left corner of my brain has grow bigger and bigger
it oversize my cerebrum, the memory loss and damage.

i can no longer taste the delicious reality
everywhere i look is the same, Grey.
it's not white and it's not black either

star light

the night come and all become dark
inside me feeling empty just by looking through it
weak side of me awaken
the only one star in the sky
smile to me
he said that i'm gonna be ok
nothing to worry
but the moon said it just a lie
as cold and dark as the sky your life would become
'do you think the star have enough light to shine the sky like me?'
then believe me,
the moon said.

29.7.09

Selembar Kertas Kosong


Banyak orang berkata kalau hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara. Layaknya lagu yang dinyanyikan oleh alm. Nicky Astria.

dunia ini panggung sandiwara
ceritanya mudah berubah
kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani

setiap kita dapat satu peranan
yang harus kita mainkan
ada peran wajar dan ada peran berpura-pura

mengapa kita bersandiwara
mengapa kita bersandiwara

peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
dunia ini penuh peranan
dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

mengapa kita bersandiwara
mengapa kita bersandiwara


Mungkin ada benarnya juga. Sebuah panggung sandiwara yang dilakoni oleh para aktor. Setiap aktor membawakan perannya masing-masing. Seperti manusia yang membawakan peran berbeda-beda, ada yang baik, jahat, pintar, bawel, pendiam, kaya, miskin, selalu beruntung, ada juga yang sepertinya selalu saja sial. Beragam peran dilakoni oleh manusia di sebuah panggung yang disebut bumi. Terkadang panggung itu memaksa penghuninya untuk memakai topeng. Topeng untuk melindungi diri dan tentunya membuat panggung dunia lebih berwarna dan hidup. Panggung sandiwara kehidupan itu disutradarai oleh Tuhan yang juga sekaligus produsernya. Tuhan - lah yang menciptakan panggung itu dan membuat skenario sandiwara para lakonnya.

Betapa saya mengagumi perumpaan itu sambil terus mencari pembenaran yang lain. Sebuah pembenaran lain dari sudut pandang yang hanya berbeda tiga derajat saja. kehidupan mungkin lebih mirip ayalnya seorang komikus dengan selembar kertas kosong. Seorang komikus dapat menorehkan apa saja yang ia mau pada kertasnya itu. bisa juga tak peduli dengan kemauan dan pendapat orang lain. ia dapat membuat cerita happy ending atau pun berakhir tragis. segala jenis cerita dapat ia torehkan, toh dia dalangnya ini. kertas kosong itu ayalnya sebuah kehidupan yang mempunyai banyak pilihan. si komikus tidak bukan adalah manusia itu sendiri, seorang dalang kehidupan. terserah manusia mau dia bawa ke mana kehidupan itu sebuah cerita tragis ataukah sebuah akhir bahagia? manusia itu sendiri yang menentukan pilihannya.

Tapi ada satu komponen lagi yang tak bisa kita lupakan... Bentuk standar sebuah komik. Dimana di dalamnya tersirat aturan-aturan dan pakem yang harus di taati. Seperti wujudnya yang penuh dengan gambar bercerita. bukan hanya tulisan seperti novel, dan bukan hanya gambar. aturan itu tentu bukan untuk membuatnya seragam. tetapi untuk mengingatkan dan menjaga agar si komikus tahu apa yang sedang dilakukannya, apa yang harus dilakukannya, apa yang boleh dilakukan, dan tidak dilakukan. Seperti halnya aturan-aturan yang ada di kehidupan ini. sesuatu yang halal, haram, dan sunah. sekumpulan aturan yang dibuat oleh sang Pencipta.

7.8.09

Lembayung Malam

Ya Tuhan,
Langit malam ini terlihat terlalu sepi
tanpa hiasan bintang dan terangnya sinar bulan
Langit malam ini tak seperti biasanya,
Ada sinar lembayung menyembul di antara hitamnya langit dan pepohonan
Aroma Jingga melebur membuat malam terasa lebih hangat
walau, tanpa hadirnya harap dan asa.

Tuhan,
Aku rindu langitku yang dulu selalu kulihat setiap malam
Aku merindukan kehadiran bintang-bintang dalam pekatnya malam
Aku ingin melihat sinar putih rembulan
yang selalu dapat membawa tentram juga cita dalam damai malam,
Tuhan.

Kemanakah mereka pergi, Tuhan ?
Aku sudah tidak sabar ingin berjumpa
dengan pekat malam yang selalu dapat membuatku merasa aman.

The Only Night

this theme is the result of my sleepless night. cos im already bored with those blogger own template which make me repeatedly changing my themes once a week i tried to edit these Arthemis theme. this is my first time playing with the xml code, it confusing :) but im pretty happy with this theme. today, once again, my daring insomnia seems to miss me these late few days. the last time i had insomnia was six months ago but since three days ago my eyes cant seem to close proplerly it keeps awaken me every midnight. so, hello again. i've been abandoned this blog for ages. and i think i want to make some changes here and there, these are the main different :
  • it's not a private blog anymore. as you could see i tend to put some of my writing here besides those rambling that i keep posting.
  • im open for comment, now. i'd close it cause my mom keeps coming here and she keeps commenting on my rambling. ohhh ofcourse im ashamed. this was also the reason why i keep my blog privat. lol.
after surfing the virtual world i'd found some interesting fact about my college's mate :) it seems like we have the same thoughts about starting to make a blog.i just found some of their blogs and i kind of giggling while i read the posting. my blogs are just a trash compared to their writing. haha they have a good writing skills. not just writing a rambling, like me. haha.

6.8.09

wakeUp mind

i can no longer divide reality from imagination
the lala land in the left corner of my brain has grow bigger and bigger
it oversize my cerebrum, the memory loss and damage.

i can no longer taste the delicious reality
everywhere i look is the same, Grey.
it's not white and it's not black either

star light

the night come and all become dark
inside me feeling empty just by looking through it
weak side of me awaken
the only one star in the sky
smile to me
he said that i'm gonna be ok
nothing to worry
but the moon said it just a lie
as cold and dark as the sky your life would become
'do you think the star have enough light to shine the sky like me?'
then believe me,
the moon said.

29.7.09

Selembar Kertas Kosong


Banyak orang berkata kalau hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara. Layaknya lagu yang dinyanyikan oleh alm. Nicky Astria.

dunia ini panggung sandiwara
ceritanya mudah berubah
kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani

setiap kita dapat satu peranan
yang harus kita mainkan
ada peran wajar dan ada peran berpura-pura

mengapa kita bersandiwara
mengapa kita bersandiwara

peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
dunia ini penuh peranan
dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

mengapa kita bersandiwara
mengapa kita bersandiwara


Mungkin ada benarnya juga. Sebuah panggung sandiwara yang dilakoni oleh para aktor. Setiap aktor membawakan perannya masing-masing. Seperti manusia yang membawakan peran berbeda-beda, ada yang baik, jahat, pintar, bawel, pendiam, kaya, miskin, selalu beruntung, ada juga yang sepertinya selalu saja sial. Beragam peran dilakoni oleh manusia di sebuah panggung yang disebut bumi. Terkadang panggung itu memaksa penghuninya untuk memakai topeng. Topeng untuk melindungi diri dan tentunya membuat panggung dunia lebih berwarna dan hidup. Panggung sandiwara kehidupan itu disutradarai oleh Tuhan yang juga sekaligus produsernya. Tuhan - lah yang menciptakan panggung itu dan membuat skenario sandiwara para lakonnya.

Betapa saya mengagumi perumpaan itu sambil terus mencari pembenaran yang lain. Sebuah pembenaran lain dari sudut pandang yang hanya berbeda tiga derajat saja. kehidupan mungkin lebih mirip ayalnya seorang komikus dengan selembar kertas kosong. Seorang komikus dapat menorehkan apa saja yang ia mau pada kertasnya itu. bisa juga tak peduli dengan kemauan dan pendapat orang lain. ia dapat membuat cerita happy ending atau pun berakhir tragis. segala jenis cerita dapat ia torehkan, toh dia dalangnya ini. kertas kosong itu ayalnya sebuah kehidupan yang mempunyai banyak pilihan. si komikus tidak bukan adalah manusia itu sendiri, seorang dalang kehidupan. terserah manusia mau dia bawa ke mana kehidupan itu sebuah cerita tragis ataukah sebuah akhir bahagia? manusia itu sendiri yang menentukan pilihannya.

Tapi ada satu komponen lagi yang tak bisa kita lupakan... Bentuk standar sebuah komik. Dimana di dalamnya tersirat aturan-aturan dan pakem yang harus di taati. Seperti wujudnya yang penuh dengan gambar bercerita. bukan hanya tulisan seperti novel, dan bukan hanya gambar. aturan itu tentu bukan untuk membuatnya seragam. tetapi untuk mengingatkan dan menjaga agar si komikus tahu apa yang sedang dilakukannya, apa yang harus dilakukannya, apa yang boleh dilakukan, dan tidak dilakukan. Seperti halnya aturan-aturan yang ada di kehidupan ini. sesuatu yang halal, haram, dan sunah. sekumpulan aturan yang dibuat oleh sang Pencipta.